MENGUAK KEUTAMAN SHALAT SUBUH

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Betapa mudahnya lidah mengatakan kalimat “Islam”, namun alangkan sulitnya menancapkan “iman” di dalam hati setiap manusia. Begitu juga, beribu ungkapan lisan menjadi senjata bagi sebagian manusia untuk meraup keuntungan sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu akan tetapi ungkapan itu tidak linear dengan amal perbuatan yang dikerjakannya. Mukmin yang benar dan jujur adalah mereka yang sesuai antara perkataan dan perbuatannya. Sedangkan orang munafik adalah mereka yang secara lahiriah tampak bagus dan bersih, namun hatinya keras bagaikan batu atau bahkan lebih keras lagi.

Allah SWT mengatahui apa-apa yang ada di dalam hati setiap makhluknya. Termasuk mengetahui yang munafik dari yang mukmin dan yang dusta dari yang jujur. Namun, semua kembali pada kehendak-Nya untuk memberikan ujian-ujian guna mengetahui rahasia hati yang tersembunyi dalam jiwa, serta menunjukkan siapa yang hanya berbicara tanpa melaksanakan apa yang ia katakan, atau meyakini sesuatu namun tidak merealisasikannya. Sebagai bentuk pembeda maka Allah timpakan ujian bagi makhluknya untuk membedakan yang mukmin dari yang munafik dan yang jujur dari pendusta.

Ujian merupakan standart bagi semua manusia tanpa pengecualian dan berlaku mulai diciptakannya Adam as (Q.S Al-‘Ankabut: 1-3). Kadar ujian berbeda-beda sesuai dengan batas kemampuan setiap makhluk-Nya. Ujian memiliki variasi tingkat kesulitan. Seorang mukmin harus lulus dalam semua ujian untuk membuktikan kebenaran iman dan menyelaraskan antara lisan dan hatinya (Q.S Al-Mulk: 2).

Ada beberapa kategori ujian menurut Dr. Rghib As-Sirjani, yaitu:

1. Ujian haruslah sulit

Dalam konteks ini ada benarnya, apabila ujian biasa-biasa saja maka baik mukmin maupun munafik sama-sama bisa melewatinya.

2. Ujian bukan sesuatu yang mustahil

Apabila ujian mustahil dilakukan, maka kedua-duanya akan gagal,  baik mukmin maupun munafik.

3. Ujian harus seimbang

Sulit bagi munafik untuk lolos dalam ujian tersebut namun bukan berarti mustahil dilakukan. Sehingga terbuka kesempatan bagi mukmin untuk lulus dalam ujian tersebut.

Dalam pembahasan kali ini penulis akan menyampaikan tentang ujian yang sesungguhnya, sulit, namun bukan menjadi suatu hal yang mustahil untuk dikerjakan. Perlu diketahui bahwasanya nilai tertinggi dalam ujian ini bagi seorang laki-laki adalah shalat Subuh secara rutin berjamaah di masjid. Sedangkan bagi perempuan, shalat Subuh tepat pada waktunya di rumah. Beragam sikap manusia dalam menunaikan shalat wajib. Ada yang mengerjakan sebagian besar shalatnya di masjid, namun meninggalkan sebagian yang lain. Ada pula yang melaksanakan shalat sebelum habis waktunya, namun dikerjakan di rumah. Dan ada pula sebagian orang yang baru mengerjakan shalat seteleh lewat batas waktunya. Nauzubillah…

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku ingin menyuruh melaksanakan shalat, lalu shalat itu ditegakkan, kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat bersama orang-orang. Kemudian beberapa lelaki berangkat bersamaku dengan membawa kayu terikat, mendatangi suatu kaum yang tidak melakukan shalat berjama’ah , sehingga aku bakar rumah mereka.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Betapa mngerikannya pada jaman Rasulullah, seorang pemimpin yang dikenal dengan kasih sayang dan kelembutannya hendak membakar rumah umatnya yang tidak melaksanakan shalat berjama’ah (wabil khusus untuk kaum laki-laki). Namun, dari hadits tersebut terlihat pancaran kasih sayang dan kelembutannya. Dalam ungkapan lain disebutkan bahwa beliau Rasulullah hanya ingin menyelamatkan umatnya dari api akhirat dengan menakut-nakuti mereka dengan api dunia. Meskipun antara api akhirat dan api dunia sangat jauh perbedaannya.

Seperti halnya shalat lima waktu yang lainnya, melaksakan shalat Subuh berjama’ah mendapatkan pahala pada umumnya yaitu 27 derajat pahala, diberikannya kebaikan yang banyak, dihapus segala kejelekan, ditinggikan beberapa derajat kedudukannya, malaikat berdo’a baginya, dan masih banyak balasan bagi orang yang menjalankan shalat berjama’ah pada umumnya. Namun, shalat Subuh memiliki kelebihan khusus yang tidak ada pada sholat lima waktu yang lainnya. Menurut Dr. Rghib As-Sirjani diantara kelebihan shalat Subuh dapat dilihat sebagai berikut:

1. Pahala shalat malam satu malam penuh

Diriwayatkan Muslim dari Utsman bin Affan ra berkata, Rasulullah bersabda:

Barang siapa yang shalat Isya’ berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barang siapa shalat Subuh berjamaah (atau dengan shalat Isya’, seperti yang tertera dalam hadits Abu Dawud dan Tirmidzi) maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat satu malam penuh.” (HR. Muslim)

Dengan karunia dan kemuliann-Nya, Allah STW memberikan pahala ini jika Anda melaksanakan shalat Isya’ dan Subuh dengan berjamaah. Telah diketahui bahwasanya shalat malam memiliki pahala yang besar dan agung, akan tetapi pahala shalat Subuh berjamaah jauh lebih mulia darinya.

2. Sumber cahaya di hari kiamat

Pada hari yang sangat berat dan gelap, Allah SWT memberikan cahaya kepada seluruh umat manusia. Ya, pada awalnya memang seperti itu. Akan tetapi sebagian dari mereka menjadi munafik sehingga apabila semua sudah mendekati Sirath, Allah hanya akan memberikan cahaya itu pada orang-orang mukmin yang jujur saja. Darimana orang-orang mukmin mendapatkan cahaya agung pada hari kiamat? Tentunya dari amal perbuatan yang dikerjakannya selama hidup di dunia. Cahaya tersebut adalah janji Allah sebagai balasan bagi amal-amal mereka salah satunya adalah shalat Subuh berjamaah. Diriwayatkan dari hadits dengan sanad yang shahih dari Buraidah Al-Aslami ra, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Dalam kegelapan maksudnya adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh

Jelas sudah maksud hadits tersebut sebagai perintah untuk melaksanakan shalat berjama’ah di rumah Allah. Tidak ada alih-alih bagi orang Islam yang melaksanakan shalat bersama istri dan anak mereka. Mereka berkeyakinan bahwa apa yang mereka lakukan merupakan suatu keutamaan. Karena melatih keluarga untuk shalat, dan untuk mengangkat derajat mereka (anak dan istri) agar memperoleh pahala jamaah.

3. Surga yang dijanjikan

Rasulullah bersabda:

Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.” (HR Al-Bukhari)

Dua waktu yang dimaksud dalam hadits diatas adalah shalat Subuh dan shalat Ashar. Lagi-lagi shalat Subuh menjadi suatu hal yang istimewa dan memiliki kelebihan-kelebihan yang berbeda dengan shalat lima waktu lainnya.

Lantas apa balasan bagi orang-orang yang telah lalai atau bahkan dengan sengaja meninggalkan shalat Subuh? Berikut akan dipaparkan terkait balasan bagi mereka yang melalaikan.

Allah SWT mengingatkan hambanya dari segala macam siksaan melalui ayat-ayatnya dan Dia sang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. Seperti yang disebutkan dalam QS. Ali Imran: 28

Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya

Disebutkan dalam ayat lain, yaitu dalam QS. Thaha: 124

Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

Secara umum meninggalkan shalat merupakan dosa besar dan musibah yang tiada tara. Bagaimana tidak, amal yang pertama kali dihisap pada hari kiamat adalah shalat. Jika seorang hamba menjaga shalatnya dengan baik maka akan baik pula seluruh amalnya, namun sebaliknya apabila jelek maka jelek pula seluruh amalnya.

Rasullullah bersabda: “Dua rakaat (shalat sunnah sebelum Subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.”

Lalu…. apa yang menghalangi kita shalat Subuh??? Apakah karena bergadang diskusi dalam menyelesaikan urusan dunia sampai tidur larut malam sehingga tidak bisa bangun diwaktu shalat Subuh tiba? Seluruh dunia dan seisinya serta segala sesuatu yang menggiurkan dan menyenangkan tidak akan sampai nilainya sebesar shalat sunnah sebelum Subuh. Coba anda renungkan, ini baru keutamaan shalat sunnah Fajar (shalat dua rakaat sebelum Subuh), lantas bagaimana dengan dua rakaat Fajar yang wajib yaitu shalat Subuh???

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’: 78

…. dan dirikanlah pula shalat Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan oleh malaikat.”

Ada perlakuan khusus dalam shalat Subuh, jika dicermati dengan seksama maka pada saat adzan Subuh ada tambahan lafal yang tidak ada di adzan pada shalat lima waktu yang lainnya. Diriwayatkan Abu Dawud dari Abu Mahdzurah ra bahwa Rasulullah mengajarinya menambah lafal As-shalaatu khairum minan naum (2x) yang artinya shalat itu lebih baik dari pada tidur.

Jelas sudah bagaimana keistimewaan shalat Subuh bagi kita yang beragama Islam. Lantas apa yang sebenarnya menghalangi Anda mendapatkan shalat Subuh tepat waktu? Bukankan karena kenyamanan dan nikmatnya tidur? Nah, sekarang Anda sudah mengetahui apa yang dikatakan Rasullullah bahwa shalat Subuh itu lebih baik daripada tidur, sepenting apapun alasan Anda untuk tetap tidur. Jika Anda percaya Rasulullah dan Anda yakin apa yang dikatakannya benar, tanpa sedikitpun keraguan maka tidak ada alasan untuk tidak mengikutinya. Jika Anda berpendapat tidur lebih berguna dan lebih utama maka persepsi ini sangat bahaya dan harus direnungkan kembali.

Saudaraku seiman dan seislam, buktikan bahwa Anda beriman kepada Rasul (Muhammad SAW)…..

 

Referensi

As-Sirjani, Raghib., 2006., Misteri Shalat Subuh (Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh bagi Pribadi dan Masyarakat). AQWAM MEDIKA: Solo.

 

Penulis : Hidayatun Muyasyaroh / THP’14 / FPIK-UB

Motto Hidup :

“Sebaik-baik manusia adalah dia yang bermanfaat untuk orang lain, dan sekuat-kuat iman adalah dia yang masih tetap bersujud di tengah malam sekalipun telah datang kebahagiaan  dan kenikmatan”.

 

3 Balasan untuk “MENGUAK KEUTAMAN SHALAT SUBUH”

  1. Alhamdulillah bermanfaat, semoga kedepannya selalu updatenya terus ya min 😊 Ditunggu postingan-postingan selanjutnya 😇

  2. Alhamdulillah bermanfaat, semoga kedepannya selalu update terus ya min 😊 Ditunggu postingan-postingan selanjutnya 😇

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *