Kuliah Zaman “Now” Seperti Penjara

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Berbicara tentang aktivitas mahasiswa di kampus ternyata tidak hanya sebatas kuliah saja lantas selesai, namun juga berorganisasi dan yang pasti tidak lepas dari yang namanya praktikum apalagi sebagai mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Ibarat dua gambar dalam keeping uang logam, dimana ada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) disitu lah ada praktikum. Namun apakah selesai sampai disitu saja? Tentu tidak, masih ada laporan yang setia menunggu setelah praktikum usai.

Sedih sekali rasanya saat melihat fenomena yang sedang berkembang saat ini, mahasiswa yang notabene sebagai agen perubahan untuk masyarakat dan melaksanakan tridharma perguruan tinggi malah disibukkan dengan deadline laporan.

Jika saya bilang, “kuliah zaman now seperti penjara, dosakah aku?”.

Kuliah zaman now seperti dipenjara. Bagaimana tidak, setelah perkuliahan di kelas selesai mahasiswa sekarang langsung mengerjakan yang namanya laporan praktikum. Waktu luang yang seharusnya bisa digunakan untuk mengasah soft skill mereka habiskan untuk menulis. Bahkan mereka rela tidak memejamkan matanya hanya untuk menyelesaikan tulisan (laporan) sesuai deadline yang diberikan asisten praktikum.

Embel embel Badan Eksekutif Mahasiswa yang memiliki visi misi untuk masyarakat tidak laku dikalangan mahasiswa saat ini. Lembaga-lembaga di kampus pun sekarang ini mulai sepi, ya mungkin salah satu faktor penyebabnya mahasiswa sekarang terlalu mementingkan laporan praktikumnya dibandingkan dengan belajar berorganisasi.

Nah, disinilah sebenarnya benang merah yang harus kita pahami sebagai mahasiswa FPIK. Apa sih manfaat dan esensi dari adanya laporan itu? Dulu waktu saya masih menjadi mahasiswa baru pernah menanyakan kepada asisten tentang manfaat dari praktikum beserta laporannya. Mereka mengatkan bahwa sebenarnya manfaat dari laporan itu dapat melatih kita untuk mempersiapan skripsi di akhir semester nanti. Namun kenyataannya mahasiswa sekarang melupakan segalanya demi laporan selesai.

Selain itu, mahasiswa sekarang lebih takut dengan asisten dibandingkan dengan dosennya. Kasihan teman-teman yang terlalu fokus laporan dan asistensi hingga lupa tidak belajar mata kuliah atau tugas dari dosen yang tanggung jawab SKSnya sebenarnya lebih besar. Toh akhirnya, ternyata juga banyak yang copy paste (red: copas) terkait isi laporan. Bagi saya yang penting paham dalam proses praktikum.  Praktikum dan laporan memang penting, namun jangan sampai melenakan kuliah yang sesungguhnya lebih penting.

Salam pejuang pulpen biru!!!

Penulis : YR (FPIK-UB / IK / 2015)

2 Balasan untuk “Kuliah Zaman “Now” Seperti Penjara”

  1. Jika dilihat dari sudut pandang dengan sisi yang berbeda, adanya laporan mahasiswa akan terbiasa melatih manajemen waktunya untuk kuliah, nugas, organisasi, quality time, family time, main, dan aktivitas yang lain. Ya, itu dari saya sebagai mahasiswa semester tua yang sudah terbebas dari laporan praktikum dan merasakan hasil kuliah jaman now yang seperti penjara..
    intinya jangan mengeluh, semua dilakukan dengan enjoy, karena dipaksa lama-lama akan terbiasa. jika sudah terbiasa siapa yang akan memetik hasilnya???
    back into yourself, tangames….!!!!

    1. that’s right.. semua akan indah pada waktunya, totalitas dan terus semangat adalah kuncinya!
      if you want reach your bigest dreams you must “killing two bird with oone stone” in your schedule of all your activity 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *