Mahasiswa Universitas Brawijaya Menciptakan Teknologi Pengasapan Ikan Dengan Sistem Recycle Smoke

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Terdapat 3 Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya yang terdiri dari Hidayatun Muyasyaroh (THP), Imam Muhammad Bagus (AP), dan M. Ubaidillah Al-Bustomi (BP) menciptakan sebuah teknologi pengasapan berbasis vakum dengan sistem recycle limbah.

Tim yang dibimbing langsung oleh Dr. Ir. Yahya, MP dan didampingi oleh Abdul Aziz Jaziri, S.Pi., M.Sc mengubah teknologi pengasapan tradisional menjadi teknologi moderen dengan  desain  recycle sistem. Hal ini bertujuan untuk mengolah limbah asap menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis.

Ide pembuatan alat ini muncul didasari pada saat salah satu mahasiswa dari tim PKM melaksanakan program magang dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB di UKM pengasapan Sekar Wangi desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Selain mengikuti proses pengasapan, mahasiswa ini diminta membatu pemerintah Tuban untuk melakukan survey pendataan di Kecamatan Rengel yang memiliki usaha pengasapan. Dari hasil survey menunjukkan 100% pengasapan di Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban masih menggunakan teknologi tradisional.

“Penggunaan teknologi pengasapan tradisional memiliki banyak kelemahan diantaranya menghasilkan limbah berupa asap yang menyebabkan polusi udara, pengasapan dilakukan ditempat terbuka sehingga rawan terjadi kontaminasi, proses pengasapan terlalu cepat dengan suhu tinggi sehingga terjadi case hadeninng (produk matang bagian luar tapi masih mengandung banyak air didalamnya.”

Seperti yang diungkapkan Hidayatun Muyasyaroh selaku ketua tim, dibentuklah tim untuk memecahkan permasalahan tersebut. Banyak UKM pengasapan yang berharap dapat meningkatkan produk ikan asap dari segi kualitas dan kuantitas.

ECHOSMOKE merupakan terobosan baru dari alat pengasapan yang menggunakan sistem recycle limbah asap.  Alat ini dapat memperbaiki dari segi kualitas dan kuantitas produk ikan asap, mengurangi polusi, dan menghasilkan limbah yang bernilai ekonomis yaitu asap cair. “Asap cair dapat digunakan sebagai anti bakteri dan pemberi flavor pada produk. Hal ini dikarenakan kandungan senyawa fenol dan asam-asam organik mampu menghambat pertumbuhan mikroba, selain itu terdapat senyawa fenolat yang berperan dalam memberikan flavor pada ikan asap” tambah Ubaidillah

Menurutnya kedepan akan semakin berkembang pesat penggunaan teknologi pada semua bidang, sehingga UKM yang masih bertahan dengan cara tradisional harus dibantu dengan sentuhan teknologi untuk menghasilkan produk berkualitas dan tidak menghasilkan limbah.

Tak ada yang tak mungkin untuk menjawab tantangan Zaman, terus berkarya dan berdoa because every research has a story to tell 🙂

Penulis : TIM REDAKSI

MEMBIDIK SEKTOR KELAUTAN SEBAGAI UPAYA MEMBANGUNKAN KEMBALI RAKSASA YANG TERTIDUR (KEJAYAAN MARITIM NUSANTARA)

 

RUMAH ILMU, BRAWIJAYA, MALANG – Melalui sebuah opini ini, kita akan mencoba membangun persepsi baru, pola fikir dan pola sikap yang baru mengenai perespektif kita terhadap lautan serta potensi yang ada di dalamnya. Sejauh ini apa yang banyak orang fikirkan mengenai laut, saya rasa laut hanya sekedar sebagai bentang alam yang bisa dimanfaatkan untuk berwisata dan berenang, bahkan yang lebih parah, laut hanya sebagai tempat pembuangan akhir dari sampah-sampah yang ada di darat. Tanpa fikir panjang saya bisa menyimpulkan bahwa sejauh ini lautan Indonesia hanya sebagai pelengkap saja dalam membangun sebuah peradaban bangsa. Percayalah sejauh ini, sadar tidak sadar, suka tidak suka, kita telah di doktrin secara tidak langsung, mengubur secara tidak langsung  potensi yang negara kita miliki yakni potensi kelautan dan kemaritimannya. Sejak zaman orde lama, orde lama ke orde baru, hingga reformasipun, sektor kelautan dirasa kurang memikat dan menarik, kita terlalu terfokus ke sektor agraris sebgai orientasi pembangunan. Padahal jika berbicara mengenai fakta dan karunia yang dimiliki bangsa kita, sudah jelas wilayah kita sebagian besar adalah laut.

Secara sadar, seharusnya kita  berani berkata bahwa sebenarnya Indonesia telah dikoderatkan sebagai bangsa bahari. Mengapa demikian, dahulu pada zaman kerajaan, Indonesia yang dikenal sebagai ‘Nusantara’, sangat berjaya di sektor maritimnya. Para raja zaman dahulu berstatement bahwa siapa yang berhasil mengarungi samudera yang luas, maka dia yang akan menguasai dunia. Kita lihat bagaimana kerajaan Majapahit, kerajaan Samudera pasai, dan beberapa kerajaan  Islam lainnya. Bagaimana kerajaan-kerajaan tersebut sangat berjaya dari sektor kemaritiman, bahkan mereka dapat mengarungai lautan hingga ke madagaskar baik untuk berdagang ataupun membangun hubungan baru. Hal itu memang benar, dan memang telah tertanam menjadi sejarah bagsa Indonesia, sejarah nusantara, yang saya rasa hingga saat ini Indonesia masih belum dan terus berusaha menggali dan mewujudkan kembali kejayaan tersebut. Jika hal ini bisa diwujudkan, tentu akan gampang mencapai visi Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia, karena kita layaknya akan membangunkan raksasa yang sedang tertidur dengan potensinya untuk mengguncangkan dunia. Jika  ditinjau dari perspektif akademis, keseluruhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, 2/3 bagian wilayahnya adalah perairan laut. Bahkan fakta dari hasil research telah membuktikan bahwa Indonesia memiliki garis pantai terpanjang no 2 didunia setelah kanada, panjang garis pantai indonesia mencapa 95.000 Km2 , luasan laut kita mencapai 6 juta km2, dengan jumlah pulau yang ada mencapai 17.504 pulau. Dari hal  inilah Indonesia dikenal sebagai bangsa bahari dan negara kepulauan terbesar didunia. Disinilah deklarasi Djoeanda mendapatkan peran geopolitik yang sangat mendasar bagi kesatuan, persatuan, dan kedaulatan bangsa Indonesia. Tidak hanya itu saja, dengan hamparan laut yang begitu luasnya, jika ditelaah lebih dalam sektor kelautan kita memiliki peran geoekonomi yang sangat strategis bagi kemajuan bangsa ini jika dapat dikelola dengan baik.

Tanpa kita sadari, faktanya ada beberapa kesalahan dan dosa besar para pemimpin bangsa jika kita melakukan kajian dari pengelolaan potensi kelautan yang ada, namun saya belum berani menyimpulkan apakah hal tersebut sebuah keselahan, apa memang SDM kita yang masih kurang dan tidak faham terkait teknis pengelolaan sumberdaya kelautan yang ada. Bayangkan saja, 2 tahun yang lalu ketika Indonesia mendeklarasikan diri menjadi salah satu bagian negara yang ikut serta dalam kesepakatan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) diakhir tahun 2015, Indonesia menonjolkan sektor Industri Otomotif menjadi salah satu potensi dalam bersaing di program MEA tersebut, apakah pemerintah sudah skeptis dan alergi dengan potensi kelautan yang ada ? padahal, jika sumberdaya kelautan serta isinya dikonversikan ke nilai rupiah dapat berjumlah nyaris Rp 12 ribu teriliun, angka  fastatis tersebut sangat akan mensejahterakan rakyat, mencukupi kebutuhan rakyat Indonesia termasuk, memenuhi anggaran APBN negara kita yang hanya 1.750 teriluin dan bahkan rencana anggaran tersebut cenderung defisit setiap tahunnya. Memang tidak bisa diragukan lagi kondisi geoekonomi sektor kelautan perikanan yang kita miliki. Jika ditinjau dari sudut pandang keilmuan kelautan dan perikanan lautan kita mengandung kekayaan sumberdaya alam yang sangat melimpah dan beragam, baik berupa SDA terbarukan (seperti perikanan, ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, ekosistem terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove, rumput laut, serta beberapa produk bioteknologi yang bisa dihasilkan); SDA tak terbarukan (seperti minyak dan gas bumi, timah, biji besi, bauksit, dan mineral lainnya); energi kelautan (seperti pasang surut, gelombang, angin, dan OTEC atau Ocean Thermal Energy Conversion); maupun jasa-jasa kelautan seperti untuk pariwisata bahari, transportasi laut, dan sumber keragaman hayati serta plasma nutfah. Tidak hanya itu, belum lagi jika ditinjau dari geostrategis lautan Indonesia, secara letak dan wilayah, batas laut Indonesia sendiri bisa dikatakan sangat begitu setrategis, alur pelayaran internasional rata-rata melalui perairan laut Indonesia seperti selat malaka dan beberapa selat lainnya. Jika semua potensi-potensi tersebut bisa dimaksimalkan, insyaallah rakyat Indonesia akan makmur dan sejahtera

Sejauh ini jika memandang lingkup sektor kelautan dan perikanan, menurut saya masih ada problematika dalam proses pengelolaanya, belum lagi ditambah isu-isu yang berdatangan cenderung mengkhawatirkan dan membuat masyarakat resah, dan itu fakta serta benar-benar terjadi di sekitaran kita, entah hal-hal tersebut tercipta secara natural, atau efek dari kebijakan pemerintah, atau bahkan karena culture mental orang-orang kita sendiri. Ada banyak hal yang menjadi polemik di dunia perikanan dan kelutan, diantaranya masalah mengenai IUU Fishing ( Ilegal Unreported Unregulated Fishing), dimana dengan sumberdaya kelautan yang kita miliki,  khususnya ikan-ikan yang  ada dilaut yang begitu surplus, hal ini memicu negara-negara tetangga untuk menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia dengan alasan kekurangan stok ikan dinegaranya sendiri, dari kejadian ini tentu bisa disimpulkan bahwa keamanan dan pengamanan wilayah perairan kita masih dipertanyakan. Namun akhir-akhir ini, menteri kelautan perikanan sudah mulai tegas menindak hal tersebut dengan menenggelamkan kapal yang tidak memiliki izin untuk menagkap ikan diperairan Indonesia. Belum lagi problematika mengenai moratorium izin kapal eks-asing yang dimiliki pengusaha perikanan tangkap asal Indonesia, bahkan ada beberapa pengusaha perikanan tangkap indonesia yang mengeluh hingga kapalnya di scrub karena tak kunjung diberi izin berlayar sampai bertahun-tahun. Tentunya hal tersebut akan memberikan efek domino terhadap lapangan kerja nelayan yang pasti akan berkurang, dan usaha industri pengolahan ikan akan kekurangan stok ikan untuk diolah. Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar, apah ini hanya sebuah permainan politik atau kebijakan yang sebijak-bijaknya harus dilakukan oleh pemerintah. Ditambah lagi kasus impor garam ke negara kita, bayangkan saja dengan kondisi lautan yang begitu luas, dan kita tak kekurangan lahan untuk membuat tambak garam, namun masih tetap dengan kondisi kita yang saat ini, kita masih kekuranga untuk stok garam dan terpaksa mengimpor garam dari negara lain, entahlah apakah memang benar-benar kekurangan stok karena kekurangan SDM dan lahan produksi atau efek dari senyuman para kartel dan mafia yang ada.

Belum berhenti sampai disitu, para nelayan yang ada dikawasan pantura (pantai utara), mulai memberontak ketika dikeluarkan isu terkait pelarangan alat tangkap cantrang karena akan mendegradasi habitat dan merusak ekosistem dasar perairan. Kasus reklamasi wilayah pesisir yang dipertanyakan menganai dokumen amdal dan kelayakannya, degradasi habitat biota laut, serta ekosistem pesisir dan masalah-masalah lain yang terus berdatangan. Jika dilihat disudut pandang eksternal, ada informasi yang mengatakan bahwa negeri gajah putih (Thailand) bekerjasama dengan china, sudah mulai menjalankan proyek pembuatan terusan kanal, hal ini berfungsi untuk efisiensi dan efektifitas perdagangan international dari perairan cina ke madagaskar tanpa melalui selat malaka. Tentu hal ini akan berdampak ke Indonesia, karena perairan indoesia bagian utara akan jarang dan bahkan tidak lagi dilintasi kapal barang international, belum lagi isu mengenai sampah di laut, Ocean Acidification and Climate Change  yang sangat mengancam ekosistem yang ada di laut. Namun terlepas dari problematika tersebut, Indonesia saat ini sudah mulai bertahap membangun potensi kelautan yang dimiliki. Alhamdulillah, dibawah kepemimpinan Presiden yang baru, Indonesia telah memiliki visi sebagai poros maritime dunia, hal itu merupakan momentum bagi kita untuk mendukung dan mensuport  dalam mendayagunakan potensi kelautan secara produktif, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mulai membangun sektor kelautan, khususnya untuk potensi pada negara kita sendiri. Dalam tataran praksis, kita bisa menerapkan paradigma ekonomi biru dalam konteks pembangunan kelautan Indonesia melalui beberapa program dan kebijakan. Perlu difahami, hal pertama yang mukin perlu kita lakukan mulai menata lingkungan tataruang wilayah laut (RTRW), mulai wilayah peisir, hingga 12 mil dari bibir pantai, bahkan hingga batas landas continen jika sanggup. Artinya penataan dan pengelolaan ruang di laut, harus jelas baik dari segi subjek dan objek, serta membuat tata kelola administrasi yang baik dengan tujuan tidak adanya konflik dalam pemanfatan ruang laut itu sendiri. Kemudian kita harus merevitalisasi potensi kelautan perikanan yang ada. Artinya pemanfaatan ruang laut yang telah berlangsung saat ini (eksisting), baik yang dipergunakan untuk perikanan tangkap, lokasi budidaya laut (mutiara, ikan, rumput laut, dll), ekowisata bahari, pelabuhan dan infrastruktur lainnya, harus dikelola dengan konsep keterpaduan dan berkelanjutan, dimana pengelolaannya harus dikonsep secara terpadu, baik dari skala ekonomi, dan terpadu secara pengelolaannya. Dalam hal pengelolaan pemanfaatan ruang yang ada, harus dilakukan secara inklusif atau melibatkan masyarakat lokal yang ada sehingga efek peningkatan perekonomian wilayah setempat akan terasa secara bersama.

Selain itu, kita harus memaksimalkan dan mengembangkan berbagai sektor usaha ekonomi kelautan yang baru, seperti industri bioteknologi kelautan, industri nanoteknologi kelautan, energi terbarukan lainnya dari lautan seperti deep sea water industry, deep sea water maining,  dan  coastal ocean engineering. Saya rasa Indonesia tidak kekurangan professor dan para ahli untuk mengembangkan nano dan bioteknologi dari sumberdaya hayati laut yang ada. Selain itu, kita harus mengembangakan usaha-usaha ekonomi kelautan dikawasan pesisir, pulau-pulau kecil, dan laut yang belum dimanfaatkan sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungannya. Berbicara mengenai infrastruktur dan keinginan untuk meningkatkan taraf ekonomi dari sektor kelautan, artinya kita harus mempertimbangkan dari segi transportasi laut yang ada. Tindakan kongkritnya seperti pembangunan pelabuhan harus terpenuhi, kemudian pembuatan kapal (tol laut) untuk mempermudah pendistribusian barang hal ini bertujuan untuk menyamaratakan proses distribusi agar tercapai kesetaraan harga atau disparitas harga biaya logistik bisa lebih murah disemua wilayah Indonesia. Saya rasa inovasi mengenai tol laut ini, sudah mulai dijalankan oleh Bapak Jokowi selaku presiden kita,

Berbicara mengenai pembangunan sektor kelautan, kita juga harus menyelaraskan dengan kondisi lingkugan yang ada. Baik dari kondisi ekosistem yang menentukan keberlangsungan biota pesisir dan biota laut yang ada di dalamnya. Sejak dini, kita harus mulai merehabilitasi ekosistem pesisir dan laut yang telah rusak, pengendalian pencemaran laut, konservasi keanekaragaman hayati baik secara in situ (seperti kawasan konservasi laut atau Marine Protected Area ) maupun ex-situ (sea world, akuarium, dan pemuliaan genetika), dan pengkayaan stok ikan yang ada dilaut dengan memperhatikan kondisi MSY (Kemampuan ikan untuk pulih kembali), dan menjaga biota laut lainnya untuk mendukung kelestarian dan keberlanjutan pada ekosistem yang ada di pesisir dan laut. Selain itu, kita juga perlu memperhatikan mengenai mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim global, tsunami. Dan bencana alam lainnya. Upaya mitigasi tentunya berupa mencangkup pendekatan dan teknik untuk mengurangi penyebab yang mengakibatkan perubahan iklim dan bencana alam lain, yang disebabkan oleh aktivitas dan ulah manusia itu sendiri (anthropogenic sources), contohnya semaksimal mungkin kita bisa mengurangi emisi karbondoksida, dan gas-gas rumah kaca lainnya, menerapkan konsep zero emission teknologi, dan menerapkan konsep 3R (Reduced, Recycle, dan Reuse) dalam sektor industri dan transportasi khususnya yang ada pada wilayah pesisir dan laut.

Hal yang tak kalah penting dan paling mendasar adalah peningkatan kualitas dan jumlah SDM pada sektor kelautan dan perikanan yang ada, artinya kitra harus meningkatan kualitas dan kuantitas SDM khususnya dengan bidang keilmuan keluatan dan perikanan. Karena bagi saya kemajuan sebuah bangsa adalah berasal dari kemampuan dan kemauan rakyat dari bangsa itu sendiri. Saat ini kita semua harus percaya bahwa kita mampu dan kita bisa mambangun sektor kelautan yang kita miliki untuk kemajuan sektor perikanan kelautan Indonesia. Kita harus merubah pola fikir bahwa pendidikan itu memang sangat penting dan sangat bermakna untuk kemajuan sebuah bangsa, pendidikan dan keilmuan bukan hanya sekedar eksistensi, melainkan harus diterapkan dan disumbangkan untuk kemaslahatan.

Demikian yang dapat saya tulis dalam artikel ini, semoga kedepan bangsa Indonesia bisa berdikari dan bangkit dari sektor kelautannya, mencapai visi Indonesia menjadi poros maritime dunia, membangunkan kembali raksasa yang tertidur, mengembalikan kejayaan Indonesia (Nusantara) sebagai bangsa bahari… Amin..

Penulis :  Muhamad Ridho Firdaus

Email  : [email protected]

MENGUAK KEUTAMAN SHALAT SUBUH

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Betapa mudahnya lidah mengatakan kalimat “Islam”, namun alangkan sulitnya menancapkan “iman” di dalam hati setiap manusia. Begitu juga, beribu ungkapan lisan menjadi senjata bagi sebagian manusia untuk meraup keuntungan sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu akan tetapi ungkapan itu tidak linear dengan amal perbuatan yang dikerjakannya. Mukmin yang benar dan jujur adalah mereka yang sesuai antara perkataan dan perbuatannya. Sedangkan orang munafik adalah mereka yang secara lahiriah tampak bagus dan bersih, namun hatinya keras bagaikan batu atau bahkan lebih keras lagi.

Allah SWT mengatahui apa-apa yang ada di dalam hati setiap makhluknya. Termasuk mengetahui yang munafik dari yang mukmin dan yang dusta dari yang jujur. Namun, semua kembali pada kehendak-Nya untuk memberikan ujian-ujian guna mengetahui rahasia hati yang tersembunyi dalam jiwa, serta menunjukkan siapa yang hanya berbicara tanpa melaksanakan apa yang ia katakan, atau meyakini sesuatu namun tidak merealisasikannya. Sebagai bentuk pembeda maka Allah timpakan ujian bagi makhluknya untuk membedakan yang mukmin dari yang munafik dan yang jujur dari pendusta.

Ujian merupakan standart bagi semua manusia tanpa pengecualian dan berlaku mulai diciptakannya Adam as (Q.S Al-‘Ankabut: 1-3). Kadar ujian berbeda-beda sesuai dengan batas kemampuan setiap makhluk-Nya. Ujian memiliki variasi tingkat kesulitan. Seorang mukmin harus lulus dalam semua ujian untuk membuktikan kebenaran iman dan menyelaraskan antara lisan dan hatinya (Q.S Al-Mulk: 2).

Ada beberapa kategori ujian menurut Dr. Rghib As-Sirjani, yaitu:

1. Ujian haruslah sulit

Dalam konteks ini ada benarnya, apabila ujian biasa-biasa saja maka baik mukmin maupun munafik sama-sama bisa melewatinya.

2. Ujian bukan sesuatu yang mustahil

Apabila ujian mustahil dilakukan, maka kedua-duanya akan gagal,  baik mukmin maupun munafik.

3. Ujian harus seimbang

Sulit bagi munafik untuk lolos dalam ujian tersebut namun bukan berarti mustahil dilakukan. Sehingga terbuka kesempatan bagi mukmin untuk lulus dalam ujian tersebut.

Dalam pembahasan kali ini penulis akan menyampaikan tentang ujian yang sesungguhnya, sulit, namun bukan menjadi suatu hal yang mustahil untuk dikerjakan. Perlu diketahui bahwasanya nilai tertinggi dalam ujian ini bagi seorang laki-laki adalah shalat Subuh secara rutin berjamaah di masjid. Sedangkan bagi perempuan, shalat Subuh tepat pada waktunya di rumah. Beragam sikap manusia dalam menunaikan shalat wajib. Ada yang mengerjakan sebagian besar shalatnya di masjid, namun meninggalkan sebagian yang lain. Ada pula yang melaksanakan shalat sebelum habis waktunya, namun dikerjakan di rumah. Dan ada pula sebagian orang yang baru mengerjakan shalat seteleh lewat batas waktunya. Nauzubillah…

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku ingin menyuruh melaksanakan shalat, lalu shalat itu ditegakkan, kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat bersama orang-orang. Kemudian beberapa lelaki berangkat bersamaku dengan membawa kayu terikat, mendatangi suatu kaum yang tidak melakukan shalat berjama’ah , sehingga aku bakar rumah mereka.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Betapa mngerikannya pada jaman Rasulullah, seorang pemimpin yang dikenal dengan kasih sayang dan kelembutannya hendak membakar rumah umatnya yang tidak melaksanakan shalat berjama’ah (wabil khusus untuk kaum laki-laki). Namun, dari hadits tersebut terlihat pancaran kasih sayang dan kelembutannya. Dalam ungkapan lain disebutkan bahwa beliau Rasulullah hanya ingin menyelamatkan umatnya dari api akhirat dengan menakut-nakuti mereka dengan api dunia. Meskipun antara api akhirat dan api dunia sangat jauh perbedaannya.

Seperti halnya shalat lima waktu yang lainnya, melaksakan shalat Subuh berjama’ah mendapatkan pahala pada umumnya yaitu 27 derajat pahala, diberikannya kebaikan yang banyak, dihapus segala kejelekan, ditinggikan beberapa derajat kedudukannya, malaikat berdo’a baginya, dan masih banyak balasan bagi orang yang menjalankan shalat berjama’ah pada umumnya. Namun, shalat Subuh memiliki kelebihan khusus yang tidak ada pada sholat lima waktu yang lainnya. Menurut Dr. Rghib As-Sirjani diantara kelebihan shalat Subuh dapat dilihat sebagai berikut:

1. Pahala shalat malam satu malam penuh

Diriwayatkan Muslim dari Utsman bin Affan ra berkata, Rasulullah bersabda:

Barang siapa yang shalat Isya’ berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barang siapa shalat Subuh berjamaah (atau dengan shalat Isya’, seperti yang tertera dalam hadits Abu Dawud dan Tirmidzi) maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat satu malam penuh.” (HR. Muslim)

Dengan karunia dan kemuliann-Nya, Allah STW memberikan pahala ini jika Anda melaksanakan shalat Isya’ dan Subuh dengan berjamaah. Telah diketahui bahwasanya shalat malam memiliki pahala yang besar dan agung, akan tetapi pahala shalat Subuh berjamaah jauh lebih mulia darinya.

2. Sumber cahaya di hari kiamat

Pada hari yang sangat berat dan gelap, Allah SWT memberikan cahaya kepada seluruh umat manusia. Ya, pada awalnya memang seperti itu. Akan tetapi sebagian dari mereka menjadi munafik sehingga apabila semua sudah mendekati Sirath, Allah hanya akan memberikan cahaya itu pada orang-orang mukmin yang jujur saja. Darimana orang-orang mukmin mendapatkan cahaya agung pada hari kiamat? Tentunya dari amal perbuatan yang dikerjakannya selama hidup di dunia. Cahaya tersebut adalah janji Allah sebagai balasan bagi amal-amal mereka salah satunya adalah shalat Subuh berjamaah. Diriwayatkan dari hadits dengan sanad yang shahih dari Buraidah Al-Aslami ra, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Dalam kegelapan maksudnya adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh

Jelas sudah maksud hadits tersebut sebagai perintah untuk melaksanakan shalat berjama’ah di rumah Allah. Tidak ada alih-alih bagi orang Islam yang melaksanakan shalat bersama istri dan anak mereka. Mereka berkeyakinan bahwa apa yang mereka lakukan merupakan suatu keutamaan. Karena melatih keluarga untuk shalat, dan untuk mengangkat derajat mereka (anak dan istri) agar memperoleh pahala jamaah.

3. Surga yang dijanjikan

Rasulullah bersabda:

Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.” (HR Al-Bukhari)

Dua waktu yang dimaksud dalam hadits diatas adalah shalat Subuh dan shalat Ashar. Lagi-lagi shalat Subuh menjadi suatu hal yang istimewa dan memiliki kelebihan-kelebihan yang berbeda dengan shalat lima waktu lainnya.

Lantas apa balasan bagi orang-orang yang telah lalai atau bahkan dengan sengaja meninggalkan shalat Subuh? Berikut akan dipaparkan terkait balasan bagi mereka yang melalaikan.

Allah SWT mengingatkan hambanya dari segala macam siksaan melalui ayat-ayatnya dan Dia sang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. Seperti yang disebutkan dalam QS. Ali Imran: 28

Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya

Disebutkan dalam ayat lain, yaitu dalam QS. Thaha: 124

Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

Secara umum meninggalkan shalat merupakan dosa besar dan musibah yang tiada tara. Bagaimana tidak, amal yang pertama kali dihisap pada hari kiamat adalah shalat. Jika seorang hamba menjaga shalatnya dengan baik maka akan baik pula seluruh amalnya, namun sebaliknya apabila jelek maka jelek pula seluruh amalnya.

Rasullullah bersabda: “Dua rakaat (shalat sunnah sebelum Subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.”

Lalu…. apa yang menghalangi kita shalat Subuh??? Apakah karena bergadang diskusi dalam menyelesaikan urusan dunia sampai tidur larut malam sehingga tidak bisa bangun diwaktu shalat Subuh tiba? Seluruh dunia dan seisinya serta segala sesuatu yang menggiurkan dan menyenangkan tidak akan sampai nilainya sebesar shalat sunnah sebelum Subuh. Coba anda renungkan, ini baru keutamaan shalat sunnah Fajar (shalat dua rakaat sebelum Subuh), lantas bagaimana dengan dua rakaat Fajar yang wajib yaitu shalat Subuh???

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’: 78

…. dan dirikanlah pula shalat Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan oleh malaikat.”

Ada perlakuan khusus dalam shalat Subuh, jika dicermati dengan seksama maka pada saat adzan Subuh ada tambahan lafal yang tidak ada di adzan pada shalat lima waktu yang lainnya. Diriwayatkan Abu Dawud dari Abu Mahdzurah ra bahwa Rasulullah mengajarinya menambah lafal As-shalaatu khairum minan naum (2x) yang artinya shalat itu lebih baik dari pada tidur.

Jelas sudah bagaimana keistimewaan shalat Subuh bagi kita yang beragama Islam. Lantas apa yang sebenarnya menghalangi Anda mendapatkan shalat Subuh tepat waktu? Bukankan karena kenyamanan dan nikmatnya tidur? Nah, sekarang Anda sudah mengetahui apa yang dikatakan Rasullullah bahwa shalat Subuh itu lebih baik daripada tidur, sepenting apapun alasan Anda untuk tetap tidur. Jika Anda percaya Rasulullah dan Anda yakin apa yang dikatakannya benar, tanpa sedikitpun keraguan maka tidak ada alasan untuk tidak mengikutinya. Jika Anda berpendapat tidur lebih berguna dan lebih utama maka persepsi ini sangat bahaya dan harus direnungkan kembali.

Saudaraku seiman dan seislam, buktikan bahwa Anda beriman kepada Rasul (Muhammad SAW)…..

 

Referensi

As-Sirjani, Raghib., 2006., Misteri Shalat Subuh (Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh bagi Pribadi dan Masyarakat). AQWAM MEDIKA: Solo.

 

Penulis : Hidayatun Muyasyaroh / THP’14 / FPIK-UB

Motto Hidup :

“Sebaik-baik manusia adalah dia yang bermanfaat untuk orang lain, dan sekuat-kuat iman adalah dia yang masih tetap bersujud di tengah malam sekalipun telah datang kebahagiaan  dan kenikmatan”.

 

The Importance of Paper for Sustainable Development

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Apakah ilmu hanya akan di simpan di dalam otak tanpa menyimpannya di suatu kertas ? apakah pensil dan tinta harus di lenyapkan keberadaannya jika kertas sudah tidak lagi di butuhkan ? dan apakah tinta dan printer harus di lupakan karena tidak bergunanya kertas ?

Kertas
Apalah arti suatu ilmu tanpa secuil kertas, apalah arti sebatang pensil tanpa secorek kertas, apalah arti sebotol tinta tanpa selembar kertas dan apalah arti printer tanpa adanya kertas. Kertas, mungkin tidak terlalu berarti bagi manusia penggila gadget, internet dan segala bentuk dunia social media. Kenapa ?
Informasi sudah bisa tersebar melalui media sosial, kita bisa mengupdate informasi melalui internet, twitter, instagram atau bahkan facebook.

Mark zuckeberg memudahkan kita bertukar informasi dan menyampakan informasi bahkan suatu ilmu melalui facebook, dan itu tanpa menggunakan kertas serta lebih mudah di akses. Siswa atau bahkan mahasiswa tidak perlu mahal-mahal mengeluarkan biaya untuk membeli buku atau menggandakan buku untuk keperluan sekolah karena sudah ada E-book di Internet, jadi bisa lebih hemat kertas.

Berita-berita tentang pemerintah, selebriti, tindakan kriminal dan yang lain lebih mudah tersebar melalui televisi, internet dan segala macam bentuk sosial media, jadi untuk apa boros kertas hanya untuk mencetak berita-berita di koran ? toh tidak banyak yang berlangganan koran. Hal ini dapat membantu pemerintah dalam hal hemat pengeluaran dan biaya kertas kan ? toh kalau sudah tidaak terpakai kertasnya bisa langsung di buang menjadi sampah.

Apa semua uraian di atas itu benar ?

Hai kawan, sadarlah, ingatlah sebelum kalian mengenal yang namanya gadget, sebelum kalian mengenal apa itu instagram, twitter, line, whatsapp dan facebook… apa yang kalian baca sebelumnya ? media apa yang kalian gunakan untuk menulis ? ketika kalian hendak merancang sesuatu apa bisa kalian langsung tulis dan share dengan gadget ? atau mungkin kalian membuat kerangka acuan apapun di tembok ?

E-book, Google, Journal electric, Google Schoolar dan masih banyak yang lain. Alat tersebut memang sangat sangat penting sekali dalam era sekarang, dimana kids jaman now yang kebanyakan makan micin selalu membutuhkannya. Mengerjakan tugas sekolah, PR, informasi mengenai kesehatan, selebritis, bahkan ketika sedih putus dengan pacar yang di cari pertama kali malah gadget. Browsing tentang materi sekolah atau perkuliahan dari internet, informasi kesehatan, kecantikan, selebritis dari berbagai macam sosial media yang ada. Bahkan ujian akhir di tingkat SMP dan SMA saja sekarang sudah tidak menggunakan kertas, yang di butuhkan hanya personal computer, raport saja sekarang sudah online tanpa susah-susah menggunakan kertas untuk mencantumkan nilai hasil belajar siswa. Lalu ?

Apa peranan kertas pada era sekarang ini ? apakah kids jaman now menyadari atau bahkan mengetahui fungsi kertas pada zaman dulu bahkan sampai sekarang ?

Ku rasa Mereka haya mengerti sedikit. Menurutku tidak hanya kids jaman now saja yang melupakan peranan penting kertas pada zaman ssekarang. Banyak para orang tua, birokrat – birokrat yang juga terlena dengan adanya gadget ini sampai mereka berhenti langganan koran karena sudah bisa mengakses berita atau informasi melalui internet. Lalu apakah perusahaan media cetak harus di tutup hanya karena keberadaan kertas disini kurang di butuhkan ? apakah perusahaan penghasil kertas juga harus di tutup karena tidak banyak yang membutuhkan kertas saat ini ?

Oh Tidak,

Apa jadinya kalau perusahaan kertas sampai tidak produksi kertas lagi, apa jadinya kalau perusahaan media cetak harus di tutup. Bagaimana nasib pekerja atau karyawan di perusahaan media cetak dan kertas apabila perusahaannya di tutup ? haruskah mereka beralih profesi menjadi seller gadget ? atau bahkan mereka harus beralih menjadi penjual micin ? dan apakah benar menghemat pengeluaran kertas untuk mencegah global warming ?
Tahukah kalian semua wahai penghianat kertas ?

Kami disini para mahasiswa, para siswa, dosen, guru, atau bahkan semua yang masih ingat atas jasa kertas sebelum adanya gadget ini sangat sangat amat membutuhkan adanya kertas. Bagaimana nasib kita para siswa, murid SD atau bahkan TK yang tidak mengenal gadget atau bahkan tidak akan mampu mengenal gadget bisa belajar dengan baik kalau keberadaan kertas di hapuskan, bagaimana mereka akan membaca materi sekolah apabila materi sekolah hanya ada di dunia maya ? bagaimana nasiib mahasiswa mencetak laporan praktikumnya apabila kertas di binasakan ? bagaimana nasib mahasiswa tingkat akhir mengabadikan tugas akhirnya apabila kertas di musnahkan ? bagaimana nasib penjual nasi uduk di pinggir jalan. Bagaimana nasib tukang gorengan, bagaimana nasib tukang fotokopi ? bagaimana ??

Mungkin kalian tidak tahu betapa berharganya kertas dalam kehidupan sehari-hari kami, kami sangat membutuhkan kertas untuk alat pendidikan kami mencapai tittle sarjana. Para pekerja di perusahaan media cetak,perusahaan kertas , hanya ingin membantu kami para penghuni bumi ini agar apabila keadaan gadget kalian sudah tidak mampu memenuhi apa yang kalian butuhkan akan informasi, kalian masih bisa memanfaatkan kertas untuk memenuhi kebutuhanmu itu. Teruslah berjalan wahai kertas di bumi yang penuh dengan manusia kejam ini yang seolah-olah tidak menganggap keberadaanmu.

Mereka juga akan terus berjalan sambil menundukkan kepalanya melihat gadget dan pada akhirnya juga mereka akan membutuhkanmu. Tetaplah berda di belakang manusia dan tunjukkan bahwa kertas takkan tergantikan.

Lantas ?
Apakah Martin Cooper menciptakan gadget, Kevin Systrom menciptakan instagram, Mark Zuckerberg menciptakan facebook , Jan Koum menciptakan aplikasi whatsapp, Lee Hae Jin menciptakan applikasi line sengaja menentang seorang Cai Lun yaitu tokoh berkebangsaan Tionghoa yang menciptakan kertas untuk pertama kali ?

Apakah mereka tokoh-tokoh pencipta applikasi media sosial sengaja ingin melenyapkan nama Conrad Gessner pencipta pensil dan Laszlo Biro penemu bollpoint karena pensil sudah tidak akan berguna lagi karena tidak adanya kertas ? atau juga mereka sengaja melupakan Johannes Gutenberg penemu mesin cetak pertama kali agar tidak perlu mencetak kertas karena hanya membuat pemanasan global ?

Tentu saja jawabannya tidak.!

Apakah Martin Cooper, Kevin Systrom, Mark Zuckerberg, Jan Koum dan Lee hae Jin adalah tokoh-tokoh yang lebih baik dari Cai Lun, Conrad Gessner, Laszlo Biro dan Johannes Gutenberg atau mereka tokoh-tokoh muda pencipta media sosial adalah penyelamat dunia karena dapat mempermudah manusia mengakses informasi dan yang lain tanpa adanya kertas yang katanya semakin banyak kertas yang di gunakkan maka bumi ini akan terjadi pemanasan global ?

Mungkin saja mereka (pencipta sosial media) lebih cerdas dari pada penemu-penemu terdahulu, mereka mencipatakn semua itu hanya karena mereka mengeksplore kemampuan mereka dalam bidangnya. Saya yakin juga mereka tidak melupakan sejatinya fungsi kertas bagi kehidupan mereka, karena kertas sangat di butuhkan untuk kehidupan yang berkelanjutan ini.

Rethink guys.. how important the paper from the past until now …

Penulis : Siti Rahmawati / PSP’15 / FPIK-UB

Editor : HFR / PSP’14 / FPIK-UB

Kuliah Zaman “Now” Seperti Penjara

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Berbicara tentang aktivitas mahasiswa di kampus ternyata tidak hanya sebatas kuliah saja lantas selesai, namun juga berorganisasi dan yang pasti tidak lepas dari yang namanya praktikum apalagi sebagai mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Ibarat dua gambar dalam keeping uang logam, dimana ada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) disitu lah ada praktikum. Namun apakah selesai sampai disitu saja? Tentu tidak, masih ada laporan yang setia menunggu setelah praktikum usai.

Sedih sekali rasanya saat melihat fenomena yang sedang berkembang saat ini, mahasiswa yang notabene sebagai agen perubahan untuk masyarakat dan melaksanakan tridharma perguruan tinggi malah disibukkan dengan deadline laporan.

Jika saya bilang, “kuliah zaman now seperti penjara, dosakah aku?”.

Kuliah zaman now seperti dipenjara. Bagaimana tidak, setelah perkuliahan di kelas selesai mahasiswa sekarang langsung mengerjakan yang namanya laporan praktikum. Waktu luang yang seharusnya bisa digunakan untuk mengasah soft skill mereka habiskan untuk menulis. Bahkan mereka rela tidak memejamkan matanya hanya untuk menyelesaikan tulisan (laporan) sesuai deadline yang diberikan asisten praktikum.

Embel embel Badan Eksekutif Mahasiswa yang memiliki visi misi untuk masyarakat tidak laku dikalangan mahasiswa saat ini. Lembaga-lembaga di kampus pun sekarang ini mulai sepi, ya mungkin salah satu faktor penyebabnya mahasiswa sekarang terlalu mementingkan laporan praktikumnya dibandingkan dengan belajar berorganisasi.

Nah, disinilah sebenarnya benang merah yang harus kita pahami sebagai mahasiswa FPIK. Apa sih manfaat dan esensi dari adanya laporan itu? Dulu waktu saya masih menjadi mahasiswa baru pernah menanyakan kepada asisten tentang manfaat dari praktikum beserta laporannya. Mereka mengatkan bahwa sebenarnya manfaat dari laporan itu dapat melatih kita untuk mempersiapan skripsi di akhir semester nanti. Namun kenyataannya mahasiswa sekarang melupakan segalanya demi laporan selesai.

Selain itu, mahasiswa sekarang lebih takut dengan asisten dibandingkan dengan dosennya. Kasihan teman-teman yang terlalu fokus laporan dan asistensi hingga lupa tidak belajar mata kuliah atau tugas dari dosen yang tanggung jawab SKSnya sebenarnya lebih besar. Toh akhirnya, ternyata juga banyak yang copy paste (red: copas) terkait isi laporan. Bagi saya yang penting paham dalam proses praktikum.  Praktikum dan laporan memang penting, namun jangan sampai melenakan kuliah yang sesungguhnya lebih penting.

Salam pejuang pulpen biru!!!

Penulis : YR (FPIK-UB / IK / 2015)

APA KABAR DEMOKRASI KAMPUS KITA?

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Perguruan Tinggi sebagai sebuah institusi independen yang merupakan tempat bagi pendidikan para kaum intelektual. Sesuai dengan isi tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian. Kiranya bisa juga dikatakan sebagai sebuah miniatur negara. Tapi bagaimana dengan demokrasi di dalam kampus tersebut saat ini sudah tepatkah. Jikalau kampus adalah miniatur Negara maka bisa di simpulkan bahwa kampus tersebut adalah bentuk dari gambaran Negara tersebut dan apa yang ada di negara maka kampus adalah tempatnya.

Saat ini adalah momen-momen dimana mahasiswa salah satu kampus terbesar di Kota Malang melangsungkan ritual suci. Ya, pesta demokrasi (katanya) untuk menentukan siapa pejabat kampus yang akan berkuasa selama setahun kedepan. Di dalam negara atau miniatur negara, penyelenggara demokrasi sering kali diperankan oleh aktor-aktor pesanan rezim yang berkuasa sehingga tidak jarang hasil demokrasi tersebut menjadi pro-penguasa atau demokrasi yang melanggengkan kekuasaan sebelumnya. Al-hasil demokrasi telah menyimpang dari konsep awalnya, dan hak-hak rakyatlah yang sering dipertaruhkan.

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Pada perkembangannya banyak demokrasi yang bermunculan. Namun, yang umumnya dipakai adalah demokrasi kotak suara (one man one vote). Dalam sistem yang seperti ini setiap satu orang bisa memiliki satu hak suara. Kelemahan dari sistem ini adalah kualitas karena kuantitas yang akan menjadi acuannya. Analoginya suara profsor yang memilih sama dengan suara pedagang sayuran di pasar. Jadi siapa yang memiliki masa yang banyak bisa dipastikan dialah yang menang.

Di Fakultas tercinta yakni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pun menggunakan sistem seperti ini. Namun konsekuensinya seperti diatas pada akhirnya hasil dari demokrasi sendiri tidak representatif. Kurangnya partisipasi mahasiswa dalam pesta demokrasi membuat suasana perpolitikan kampus tampak kurang hidup. Padahal sebelum pemilihan terlebih dahulu diadakan debat kandidat calon pemimpin mereka secara terbuka. Namun, hal itu ternyata belum cukup signifikan untuk dijadikan tolak ukur demokratisasi kampus.

Sudah tepatkah demokrasi seperti ini diterapkan? Dari pengamatan penulis pemilih tahun ke tahun mahasiswa tingkat pertama dan kedua menjadi penyumbang suara terbanyak dalam ajang pesta demokrasi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Karena mereka lebih mudah diarahkan untuk menyatukan suara yang dilakukan oleh senior. Yang tampak terlihat bukan lagi memilih sesuai dengan hati nuraninya sendiri melainkan memilih karena adanya arahan dari kelompok-kelompok tertentu. Terkadang juga terjadi kasus seperti culik menculik untuk mendapatkan suara terbanyak. Hal ini pula yang sering kali menyebabkan sikut-sikutan antar elemen mahasiswa. Akibatnya, mayoritas pemilih akan menggunakan parameter kedekatan emosional kepada salah satu calon atau tim sukses (iya kalau sukses :D).

Bagaimanapun juga sebagai mahasiswa kita berhak memilih calon sesuai dengan hati nurani. Nantinya juga setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemimpin akan berdampak kepada kita sebagai mahasiswa.

Penulis : YR (FPIK-UB / IK/ 2015)

[INFO MAGANG LKP2] Hallo Mahasiswa/i FPIK UB

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – [INFO MAGANG LKP2] Hallo Mahasiswa/i FPIK UB

Libur panjang semester ganjil sudah di depan mata nih. Ada yang bingung mau ngapain waktu liburan ? Yuk manfaatin waktu liburan buat magang . . . .
Buat teman-teman yang berkeinginan mengikuti magang lkp2, pendaftaran magang LKP2 akan dibuka pada:

Hari, tanggal : Senin, 27 November 2017 – Kamis, 30 November 2017
Waktu : 09.00 – 15.00WIB
Tempat : Sekretariat LKP2

Magang LKP2 memiliki tujuan:
1. Menambah pengetahuan, informasi, wawasan dan pengalaman secara aplikatif dibidang perikanan dan kelautan
2. Sarana penerapan ilmu dilapang
3. Lahan pembinaan mahasiswa dalam usaha peningkatan keilmuan perikanan dan kelautan

Untuk informasi lebih lanjut terkait magang LKP2, silahkan langsung datang ke stand pendaftaran magang yaa . . . .

#LKP2
#TOTAL, LOYAL, PROFESIONAL

LAPORAN MANAJEMEN AGRIBISNIS PERIKANAN

LAPORAN PENGELOLAAN USAHA
KERUPUK IKAN JAKET
(Aluterus Monoceros)

KELAS A04
KELOMPOK 32
1. SARI TIRTA P 145080201111010
2. HARITS FAISAL RAHMAN 145080201111025
3. SRI MURTI 145080201111062
4. ADVENTUS SINAGA 145080400111036
5. KRESNA ARGA DINATA 145080400111043


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2017


DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………………………..i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………..ii
BAB 1. PENDAHULUAN …………………………………………………………………..5
1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………………….5
1.2 Tempat dan Waktu …………………………………………………………………….6
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………………..7
2.1 Aspek Teknis……………………………………………………………………………….7
a. Sarana dan Prasarana ……………………………………………………………….7
b. Proses Produksi ………………………………………………………………………….8
2.2 Aspek manajemen dalam Usaha ………………………………………..9
a. Planing ………………………………………………………………………………………11
b. Organizing………………………………………………………………………………….12
c. Actuating ……………………………………………………………………………………12
d. Controling…………………………………………………………………………………..13
2.3 Aspek Pemasaran …………………………………………………………………….14
a. Bauran Pemasaran ……………………………………………………………………..15
b. Teknik Pemasaran ………………………………………………………………………16
2.4 Aspek finansiil……………………………………………………………………………17
a. Modal ………………………………………………………………………………………..17
b. Biaya total ……………………………………………………………………………….18

fhfsss iii
c. Penerimaan………………………………………………………………………………..19
d. Keuntungan………………………………………………………………………………..20
e. Analisa BEP ……………………………………………………………………………….21
2.5
Basic Resources……………………………………………………………………24
a. Man…………………………………………………………………………………………..24
b. Money ……………………………………………………………………………………….25
c. Material ……………………………………………………………………………………..26
d. Machine …………………………………………………………………………………….27
e. Methode …………………………………………………………………………………….28
f.Market……………………………………………………………………………………………28
BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN ………………………………………30
3.1 Aspek Teknis…………………………………………………………………………..30
a. Sarana dan Prasarana produksi …………………………………………..30
b. Proses produksi………………………………………………………………………..33
3.2 Aspek Manajemen…………………………………………………………………34
a. Planning …………………………………………………………………………………….34
b. Organizing………………………………………………………………………………….35
c. Actuating ……………………………………………………………………………………37
d. Controlling………………………………………………………………………………….37
3.3 Aspek Pemasaran ……………………………………………………………….38
a. Bauran Pemasaran ………………………………………………………………..38
b. Cara atau teknik Pemasaran ……………………………………………….39


3.4 Aspek Finansiil …………………………………………………………………..40
a. Modal ………………………………………………………………………………………..40
b. Biaya total ……………………………………………………………………………….40
c. Penerimaan……………………………………………………………………………..41
d. Keuntungan……………………………………………………………………………..42
e. Analisa BEP ( kurang Analisa BEP (S) )……………………………42
3.5 Basic Reources …………………………………………………………………….42
a. Man…………………………………………………………………………………………..43
b. Money ……………………………………………………………………………………….43
c. Material ……………………………………………………………………………………..44
d. Method ………………………………………………………………………………………44
e. Market ……………………………………………………………………………………….45
BAB IV. PENUTUP ……………………………………………………………………..47
4.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………….47
4.2 Saran……………………………………………………………………………………….48
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………49
LAMPIRAN…………………………………………………………………………………….53


Selanjutnya, anda dapat download softfile disini!

https://drive.google.com/open?id=1olUWhZIvPVCjvQtaM42PYXDq8GxUqfBo

Juara 1 Fotografi Olimpiade Ilmu Kelautan

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Sabtu, 18 November 2017

Assalamualaikum wr. wb.

Selamat Pagi.. salam prestasi..

Alhamdulillah.. Kembali menyabet juara, bagian dari Tim Rumah Ilmu Brawijaya mendapatkan Juara 1 dalam acara “Olimpiade Ilmu Kelautan” yang di selenggarakan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Siapakah dia?

He is . . .

Yuda Rahmat program studi IK-FPIK UB 2015

Harapannya semua Tim Rumah Ilmu Brawijaya dapat meneruskan estafet prestasi menurut bidangnya dari Tim Rumah Ilmu Brawijaya, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Yuk.. gali ilmu sampai ke negeri cina, gabung di RUIL BRAWIJAYA dan dapatkan sensasinya ^^

Penulis : Harits Faisal Rahman (PSP-FPIK UB 2014)

#fpikub17
#FPIKsantunberprestasi
#BahagiaTimRumahIlmuBrawijaya