PEMUDA SEBAGAI UJUNG TOMBAK PERUBAHAN NEGARA

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG –  Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam yang sangat melimpah,dengan beragam hasil yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, potensi sumberdaya alam yang melimpah ini masih belum bisa dimanfaatkan dan dikelola secara baik. Karena kualitas sumber daya manusia yang belum mencukupi disetiap bidang.

Diantara bidang tersebut,terdapat bidang yang sangat mempengaruhi terhadap bidang lainnya,yakni bidang politik karena bidang politik menjadi landasan dalam menentukan suatu kebijakan pada bidang ekonomi, sosial, hukum, budaya dan keamanan. Politik di Indonesia ini saya amati sudah tidak sesuai dengan tujuan yang benar, apalagi pada bidang hukum. Hukum di Indonesia ini sudah pudar, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin dan yang sengsara semakin sengsara,hukum di Indonesia dapat dikatakan tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Andaikan hukum di Indonesia ini seperti anak yang mecintai ibunya, mungkin hukum Indonesia lebih baik.

Sekarang Indonesia kehilangan sosok dan semangat kaum muda untuk masuk ke dunia politik. Padahal kaum muda memiliki peran strategis untuk melakukan suatu perubahan. Saya mengatakan seperti itu,karena kaum muda ini memiliki energi dan pemikiran sosialis yang tinggi serta semangat juang yang lebih membara untuk merealisasikan tujuannya.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh anak bangsa selain hanya mengejar kekuasaan semata. Keahlian yang mereka miliki pasti sangat berguna dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di negeri ini.Setiap orang ditakdirkan memiliki peranan saat hidup di dunia.

Melihat realita sekarang ini,sulit melihat kaum muda mahasiswa peduli akan perpolitikan. Mahasiswa saat ini lebih asik dengan dunia remaja, pergaulan bebas, hura hura, dan sebagainya. Hanya sedikit mahasiswa yang benar benar peduli dan berpikir kritis mengenai politik. Padahal politik merupakan sesuatu yang vital menjadi landasan arah berbagai kebijakan bangsa.

Pada era reformasi yang bergulir sejak tahun 1988 yang dimana pemuda juga mempunyai peran yang sangat luar biasa. Dan sekarang banyak orang kecewa karena Reformasi tidak jadi proses pencerahan kehidupan berbangsa dan bernegara, malah sebaliknya. Dalam hal ini pemuda harus sadar bahwa masa depan bangsa dan negara berada ditangannya. Karena itu pemuda harus mengerti asas kepeimpinan itu seperti apa. Asas kepemimpinan merupakan kesadaran dan kemauan. Saya akan memberikan sedikit ciri kepemimpinan yang baik dan harus dilakukan oleh pemuda, yuuk disimak :

  1. Berilmu,Berakhlak,Berintegritas,Profesional,dan Pandai (B3+P2)
  2. Dapat membuat keputusan dan bertanggung jawab atas keputusannya
  3. Bersedia mendengar masukan dan kritikan dari orang lain
  4. Dapat memberi semangat dan motivasi

Kita menginginkan gerakan pemuda ke depan nanti adalah gerakan yang profesioanal dengan didasari pada keimanan dan ketaqwaan dalam arti menjauhi segala bentuk yang dilarang agama serta aturan yang sudah berlaku di negara ini.

Soekarno pernah mengatakan “Berikan aku seribu orang,dan dengan mereka aku akan menggerakkan gunung semeru! Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada tanah air, dan aku akan mengguncang dunia!” Soekarno menyadari bahwa semangat kaum pemuda yang kelak melakukan perubahan menuju bangsa yang lebih baik.

AT pernah Berkata “Berikan aku 10 perempuan yang baik akan ku kenalkan dia dengan orang tua saya! Beri aku  1 perempuan yang soleha akan ku lamar dia dengan Bismillah!”

 

Penulis : Alief Triawan/Sosek/2015

Standart Ganda Netizen

Sa, beruntung sekali jika redaktur ruil.or.id mau menerima naskahku lagi, tulisan yang semrawut tak jelas pembahasanya, suka sindir kanan kiri tapi ogah kalau di kritik. Begitulah saya, hehe. Saya haturkan terimakasih jika naskah-naskah saya jarang sekali di edit kembali, terkhusus jika redaktur merevisi banyak hal yang mau di sesusaikan dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, karena menurut saya. Khawatir sekali jika makna yang saya sampaikan kurang mengena di hati para pembaca, emange enek seng moco a?

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Warganet mungkin sudah tahu jika situs nikahsiri[dot]com minggu ini sedang hangat menjadi pemberitaan media-media mainstream sampai menjadi obrolan rahasia para jomblowan dan jomblowati di bilik kamar mandi. Mereka pada sibuk berdialektika tentang keabsahan nikah siri online sak piturute.

Menikah bagi penulis bukanlah sebuah ritual yang sak pena’e udele dewe, tentu proses akad (Bukan lagunya Payung Teduh, Lho) adalah titik awal si mempelai laki siap untuk menerima segala dosa yang ada pada mempelai perempuan, menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan dan tentu itu semua di lalui dengan proses yang tak mudah, di niatkan ibadah, bukan hanya ajang penyaluran libido semata.

Kelucuan itu dimulai saat dunia jagat maya di hebohkan dengan pemberitaan terciduknya pemilik akun nikah siri. Uniknya adalah, pemiliki situs mengadakan proses lelang bagi client yang mencari para perjaka dan perawan yang siap untuk mereka nikahi secara offline.

Tentu kita sudah faham jika nikah siri secara syar’i hukumya sah, dengan syarat ada penghulu, saksi dari kedua mempelai. Bedanya sama nikah sungguhan hanya tidak di akui sama Negara, termasuk pasangan tersebut tidak akan memperoleh hak-hak keperdataan. Namun belum saya temui apakah para pasangan yang dinikahi benar adanya menghadirkan saksi dari keluarga? Itu yang saya kurang tau. Dari gelagatnya seh gak mungkin persyaratan secara syra’i terpenuhi, lha wong adanya situs nikah siri mempermudah dalam menyediakan jasa penghulu, mempelai beserta saksi kok.

Lantas mengapa hal ini menjadi besar di jagat maya? Karena banyak media mainstream mengulas hal tersebut dan di perkuat sama lembaga empunya ulama bahwa situs nikah siri berkedok prostitusi online. Mungkin si pemilik situs, Aris Wahyudi, pria tambun berwajah bersih yang ditangkap Polda Metro Jaya saat masih enak ngorok   –jahat sekali kau pulisi, enak-enak tidur sampeyan tangkep; untung waktu Aris Wahyudi lagi gak anu anuan sama istrinya,-   hanya berfikir jika situs yang ia nahkodai sebagai penyalur jasa semata. Karena dia mengakui jika para mempelai sebelum masuk proses lelang di wajibkan mendaftar terlebih dahulu, termasuk melengkapi KTP, KK dan sak piturute.

Tentu saya takan membahas lebih detail bagaimana proses lelang di situs nikah siri, khawatirnya kalian mengira kalau saya pernah mengikuti proses lelang juga. Lha terus gunane nulis polemik nikah siri gae opo? Ngene iki lak kentang, Sam, tentu tidak. Saya akan menyinggung bagaimana dunia maya, utamanya dekade ini menjadi dunia kedua yang nyaman, seperti dunia bayangan yang Madara Uchiha ciptakan. Dunia baru yang kini menjadi arena perang era milineal, bebas tanpa hambatan mencerca termasuk mengirim nuklir-nuklir perdebatan di kolom komentar.

Tentu pendapat ini cenderung subjektif, bahkan cenderung menghasut. Tapi perlu pembaca ketahui, ancene niatku ngono kok. Agar pembaca nanti membuat pendapat tandingan, agar kalian tahu juga betapa aktifitas menulis esai semacam ini tak semudah nuklir-nuklir yang sering kita kirimkan di kolom komentar jagad dunia maya.

Sejak zaman Joko Widodo (mungkin) presiden kebanggan sungai kali metro. Pertelevisian kita mulai memproduksi hoax yang se hoax hoaxnya. Sebagai pemirsa yang tak pintar pintar amat seperti kita terkadang merasa jenuh dengan produksi-produksi berita yang setiap hari kita baca dan dengar. Bayangkan saja, tindakan-tindakan merasa paling benar dan paling suci, kafir mengkafirkan menjadi konsumsi kita setiap hari.

Saya sangat setuju saat Kominfo memblokir situs-situs yang katanya radikal, menghasut, berbau pornografi dan suka mengkafir-kafirkan . Namun kesukaanku tadi menjadi hal ganjil saat pemerintah tak pernah dengan rinci menjelaskan apa yang dimaksut sebagai radikal. Tentu hal ini saya sependapat dengan Sam Wisnu, kalau sebagai warga Negara yang baik kudu tahu dulu apa arti radikal. Hanya dengan modal kamus KBBI gratisan di playstore kita dapat faham apa arti radikal. KBBI menerjemahkan radikal sebagai 1. Secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip); 2. Amat keras menuntut perubahan; 3. Maju dalam berfikir atau bertindak.  Kapok Kon. Tiga definisi di atas ada yang mewakili kebijakan Kominfo dalam memblokir situs-situs yang katanya radikal? Koyoe gak seh.

Padahal kalau itu di anggap radikal, pengenku malah pemerintah blokir saja TV One, Metro, Kompas, Tempo, Instagram, Facebook bahkan Google sekalian. Kita ganti saja itu semua dengan media baru kita, ruil.co.id si kecil dengan pemilik jargon #MimpimuDimulaiDariSekarang guduk mene opo minggu ngarep, Rek. Pemerintah hanya bermodal Permen 19 Tahun 2014 tentang penanganan situs bermuatan negatif yang di buat di era Pak Sembiring. Konon, ada ratusan situs yang diblokir, tapi mboh situs apa aja.

Enek seng lucu, masih tentang pemblokiran. Sekarang ramai dengan Perpu Ormas. Khusus pembubaran ormas, akan saya ulas di tulisan saya selanjutnya yang tak tahu kapan akan selesai, karena belum mendalami dan riset lebih lanjut, atau sekedar respodensi dengan Kak Anisa El Kamelia yang sepengetahuanku simpatisan HTI. Saya sebagai masyarakat dunia nyata dan dan dunia maya kadang berfikir apakah kebijakan pemblokiran situs-situs yang saya bahas di atas di tambah lagi dengan Perpu Ormas adalah interpretasi dari program Pak Joko? Revolusi mental yang kepontal-kepontal karena bingung menghadang serangan masyarakat dunia maya dan nawa citanya yang kita tahu sendiri tinggal cita-cita saja, apa ini yang bapak maksut.

Yah, itu kan keputusan politik. Jadi ya kita sebagai warga Negara kudu nerimo ing pandum, Beh. Kalau situs dan ormas itu meresahkan pemerintah ya sah-sah saja kalau di blokir, dibekukan bahkan dibubarken. Saya kok ngira kalau Pak Joko saat mahasiswa suka baca buku karangan Machiaveli.

Bukankah sudah menjadi rahasia umum kalau sikap politik menjadi sebagian sikap nurani. Sederhanya begini, banyak situs atau ormas yang secara terang benderang mencerca Pak Joko, tentu pak Kominfo gak rela dong kalau Pak Bosnya di perlakukan sehina itu. Singkat cerita, tak blokir situsmu. Aku bubarke Ormasmu, hayo kapok gak.

Bahkan temanku sendiri mantan Sekjen saja berani tweetwar sama Bu Susi Pudji Astuti, bagiku alasanya ya karena dia di lembaga berbeda sama Tante Susi. Ada juga kawanku yang bercerita bahwa senior tersebut sangat baik dan seterusya, bagiku alesanya ya warung makan yang sekarang ia punya ada beberapa ratus juta aliran dana dari senior tersebut. Atau yang sekarang saya sedang amati, juniorku membela tak sampai mati-matian HTI, alesanya apa tunggu saja tulisan saya berikutnya.

Ya, semua itu pilihan politis. Karena bagiku keputusan politis adalah bagian dari secercah keputusan nurani. Bagiku, Rek.

Sebagai penutup tulisan. Anggap saja inti dari tulisan ini adalah standart ganda. Karena perlu kita sadari betul bahwa standart ganda ada di sekitar kita, berdekatan dengan kita, bahkan tidak jauh dari batang leher kita. Standart ganda itu memusingkan dan memuakan, aku est pernah ngalami: selama masalah itu menyangkut teman, kelompok, ormas, senior dan sak piturute, sumpah bakalan saya bela sampai mati matian. Kalau menyangkut orang lain, ngapain kudu saya bela? Ya itu definisi standart ganda.

Lha terus sampeyan bela siapa, Sam? Tentu saya bela Bos Gw, Khofifah Indar Parawansa. Kan sekarang kerjoanku dari beliau. Piye, est faham standart ganda a, Bro?

 

Penulis : Ali Ahsan/Sosek/2011

*penulis bisa di hubungi via WhatsApp : 081-333-667-167

 

Brawijaya Entrepreneur University. (Kampusnya Berwirausaha, Mahasiswa Jadi Buruh)  

Brawijaya Entrepreneur University.

(Kampusnya Berwirausaha, Mahasiswa Jadi Buruh)

Mari kita bahas tuntas mengenai Entrepreneur, sebelum membahasnya kita harus mengetahui apa itu Entrepreneur. Biasa disebut dengan wirausahawan, seorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya sistem ekonomi yang bebas.

Apakah anda setuju dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini? Kalau kalian bertanya padaku: Jawabanku tentu, nelangso. Penduduk asli yang memburuh pada bangsanya sendiri. Kondisi semacam ini menjadi permasalahan yang sangat “Vital” bagi bangsa Indonesia. Mengapa begitu? Dengan karunia sumberdaya alam yang berlimpah, rakyatnya masih menjadi buruh.

Sebagai kalangan yang beruntung mengenyam pendidikan tinggi, kita memiliki tugas mulia. Pendidikan serta pengalaman yang telah kita terima harusnya bukan dipergunakan semata-mata untuk mencari pekerjaan, melainnkan kita harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Kemampuan berwirausaha dapat kita pelajari melalui pelatihan-pelatihan, seminar atau berinteraksi langsung kepada para pelaku. Dengan melakukan hal tersebut kita akan mendapatkan pengetahuan dan ilmu dalam berwirausaha. Karena proses menjadi wirausaha selain hanya soft skill pun diharuskan mental yang tangguh.

Bermula dari keberanian berbisnis skala kecil, kita dapat melatih diri untuk mendapatkan kesempatan di dunia pemasaran. Dari situlah nanti akan muncul inovasi-inovasi yang baru dengan terus mengembangkannya dan menciptakan suatu produk/jasa yang jarang beredar pada masyarakat. Seorang Entrepeneur harus berani mengambil segala resiko yang nantinya akan terjadi sewaktu-waktu. Karena dalam berbisnis kita akan banyak mengalami banyak hal baru, utamanya persaingan yang sehat bahkan kotor berujung bangkrut. Demi menghindari agar bisnis kita tidak bangkrut. Saya sedikit mempunyai tips agar bisnis yang kita jalani terhindar dari bangkrut. Yakni :

  1. Kita harus mempunyai sikap mental pemenang
  2. Kita harus percaya bahwa bisnis yang kita jalani akan sukses, pendapatan fluktuatif dalam bisnis adalah seni, jangan pernah putus asa dan terus belajar, belajar dan belajar
  3. Awal berbisnis kita harus fokus pada satu bisnis yang kita akan jalani, konsiten

Menjadi seorang Entrepenuer memang membutuhkan keuletan dan ketekunan yang sangat tinggi.Tak mudah putus asa dan pantang menyerah dalam menghadapi persaingan-persaingan nantinya. Memiliki suatu usaha pribadi memang “Open Mind”, Karena si Entrepeneur yang akan menentukan nasib usahanya kedepan.

Kembali lagi kepada Mahasiswa, khususnya Mahasiswa Universitas Brawijaya yang mempunyai jiwa Entrepenuer tinggi namun memiliki hambatan dan tuntutan dari orang tua mahasiswa untuk segera lulus. Menjadi hal wajar bagi setiap orangtua karena hal kekhawatiran tersebut muncul dari jam terbang kita dalam berbisnis yang masih dalam kategori, newbie. Namun masih banyak kita temui mahasiswa dengan kemampuan ekonomi yang terbatas, kepadatan jam kuliah masih mampu berwirausaha, membiayai kuliahnya sendiri, berdikari sejak dini. Bagi saya, berwirausaha harus dilakukan sejak dini, sekarang. Bukan nanti saat saya lulus.

Pesan saya kepada pembaca, ketika kita sudah mempunyai potensi untuk berwirausaha. Maka lanjutkanlah potensi yang tumbuh pada diri anda, hilangkan rasa takut gagal untuk menjadi Entrepenuer. Banyak seseorang yang mempunyai rasa takut gagal untuk melanjutkan potensi yang sudah ada. Saya akan memberikan tips mengatasi rasa takut gagal menjadi Etrepeneur, tips ini berangkat dari pengamatan, pengalaman pribadi dalam bersbisnis dan membaca. cekidot, Bro.

1. Berani Mencoba “Take Action”

Disini kita harus berani mencoba, meskipun dalam mencoba kita akan mempunyai dua kemungkinan yaitu, resiko berhasil dan resiko gagal. Setidaknya kita sudah mencoba, jangan pernah takut untuk mencoba. Tidak ada orang sukses di muka bumi ini ketika tidak berani untuk mencoba.

I haven’t failed. I’ve just found 10.000 ways that don’t work” Thomas Alva Edison, Mbah GW

2. Believe

Bangun Keyakinan dengan cara mensugesti diri anda. Tidak ada kesuksesan kalau kita tidak memiliki keyakinan. Kalau anda tidak memiliki keyakinan sebaliknya kita akan mempertebal rasa takut untuk mengalami kegagalan. Orang mau nembak cewek aja kita kudu yakin kok, masa mau berbisnis dengan segudang permasalahan yang sudah kita bayangkan sendiri gak yakin.

3. Belajar dari orang yang sukses

Disini kita harus belajar dari orang yang sukses, meskipun tidak secara langsung kita dapat membaca buku-buku yang mengulas tentang pribadinya. Dengan membaca dan mencari tahu kita menjadi termotivasi menjadi orang yang sukses.

Nunggu apa lagi? Saatnya kita yang berjiwa muda yang berwirausaha dan menjadi Euntreprener tangguh.

Berikut adalah bisnis yang saya miliki

 

“Berakit-rakit kehulu

Berenang renang ketepian

Gimana mau ngajak kamu ke penghulu

Kalau status aja masih temenan”

 

Penulis :  Alief Triawan/sosek/2015

Tentang Kritik dan Kagebunshin Naruto  

 

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Membutuhkan waktu yang cukup lama, terkhusus para kader HMI Komisariat perikanan untuk memiliki barak sendiri, setelah belasan tahun selalu di kejar-kejar pemilik kontrakan untuk segera melunasi tagihan, itupun saat pelunasan sering kurang karena para penghuni banyak yang tak memiliki uang. Namun, kali ini kami boleh sedikit sumringah lebar, kami memiliki barak senilai 1,2 Milliar, Beh.

Tulisan ini, ditulis seberat menulis naskah yang akan di kirim ke penerbit mainstream. Mengapa begitu dirasa berat, penulis sadari dengan mengudaranya situs ruil.or.id akan banyak menyedot perhatian bagi para anggota, alumni, simpatisan atau beberapa antek-antek yang suka mencibir untuk membaca setiap postingan yang di share di grup-grup wa ataupun line. situs ini akan jauh lebih heboh di luar, mengalahkan hebohnya para penghuni Ruil karena terpasang cctv dan seiket wifi.

Situs ini sedang beranjak mencari jatidirinya, para editor di balik situs ini mungkin sedang kelabakan mencari para kontributor untuk mengisi kekosongan konten. Kalaupun ada, hanya tulisan tulisan sederhana saja, tema nya itu-itu aja. Tapi, kita harus berbangga, sumringah. Karena perlu kita fahami, pekerjaan menulis itu sulitnya naudzhubillah.

Sebagai situs yang akan banyak memuat esai-esai ringan, liputan kegiatan alumni dan agenda para anggota Ruil. Tentu situs ini, terlebih bagi para kontributor akan banyak mengalami bejibun apresiasi, kritikan serangan dan cercaan. Tentu saja hal-hal semacam itu jangan pernah ditanggapi. Para chief editor dan para kontributor yang harapanya kian hari kian banyak harus siap dan berani mengalami hal tersebut. Kalau tidak mau mengalami serangan dan cercaan ya jangan menulis, tak usah bekarya. Atau lebih baiknya situs ini di tutup saja.

Bicara soal kritikan, pendapat di atas jangan kalian tanggapi dengan serius, melainkan kalian harus menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang penting. Kita sebagai yang dikritiklah yang harus pandai menyerap habis benang merahnya, lalu bangkit untuk memperbaiki diri.

Anggap contoh seperti ini, ada alumni yang kalian kenal memiliki pengalaman luar biasa dalam hal literasi ataupun perkaderan mengkritik tentang muatan yang kalian tulis di Ruil. Mengapa yang kalian tulis tidak meng ejawantahkan ilmu sama sekali? Jawab saja begini, tentu dengan sumringah lebar, atau jika pertanyaan itu muncul di chat wa kalian, balas dengan emot senyum “Lha kepripun Cak, soale mboten enten kader ingkang ngirim naskah selain AKU. Hehe”.

Mungkin dengan jawaban kalian yang luar biasa mengademkan para hati senior, takan lama lagi kalian akan diberikan pelatihan atau dibuatkan program seputar penulisan sama si pengagas situs ini (Arkinar). Tapi kalau kenyataanya tetap adem-adem saja dan kontributor Ruil malah semakin sepi, itu pertanda kalau chief editor kudu gegabah dalam memuat ulang tulisan-tulisan orang lain, kalaupun tak bisa ya isi situs dengan publikasi jurnal-jurnal para alumni. Jika nanti ada yang masih bertanya, kalian dapat menjawab, penting situs ke isi dan gak jadi di tutup.

Lantas tulisan bagaimana yang cocok dengan Ruil. Para editor tentu dapat memilih tulisan yang yang kondisinya sedang hangat diperbicangkan oleh masyarakat, atau istilah kerenya sekarang, warganet. Jangan sampai jika sedang hangat pemberitaan tentang pengeboman kapal-kapal pencuri ikan berukuran kecil namun di aku besar, kalian malah asyik memberitakan tentang Rafathar giginya sekarang sudah tumbuh tiga, itu kalau situs ini mengacu acuan situs mainstream lho, Rek. Lha terus kalau kontributornya gak ada yang nulis sesuai yang sampeyan maksut yaopo, Mas. Tentu sebagai editor kalian kudu turun gunung, Rek.

Yang paling seru adalah jika menerima kiriman naskah dengan tipikal penulis yang pendapatnya sangat subjektif. Bisa dipastikan tak berselang lama akan banyak serangan-serangan ke editor mengapa menerbitkan naskah yang tak berkualitas. Saran saya, kalian sebagai editor berharap para kritikus tersebut ikut andil dalam membuat tulisan tandingan, atau bahasa kerenya zaman now, menyediakan lahan tandingan bagi penulis yang harus di unggah dan di percakapkan. Hal tersebut menghindari timeline group-group wa kalian penuh dengan cercaan tentang tulisan tersebut.

Agar para editor dan kontributor lebih bersemangat dalam menulis, karena memang mengelola media itu bukan masalah senang atau tidak. Kita harus menyadari bahwa menyediakan suara tandingan sebagai cara mengatasi rasa was-was dan kritis. Agar gagasan dilawan dengan gagasan, bukan gagasan dilawan dengan serangan pembullian kagebunshin. Kita boleh berbeda pendapat, tapi kritik harus tetap di beri panggung. Sebab kritik sebagai sebuah substansi, hadir bukan untuk menhancurkan, melainkan meng edotensei pemikiran dan gagasan yang mati.

Beberapa penulis tidak terkenal yang pernah saya ajak ngopi juga sepakat, hal-hal yang tidak tersentuh oleh kritik justru memiliki potensi yang sangat membahayakan. Ruil harapanya memberi ruang bagi yang suka mengkritik, tentu dengan argumen yang kuat serta ditulis dengan bagus. Harapan besarnya juga, Ruil bukan menjadi situs yang suka memuji bahkan memuja seserang. Kalian bukan sekte, Rek

Tulisan ini memang sederhana, harapanya selepas ini naskah yang masuk ke dapur redaktur semakin bayak dan mengedukasi. Karena edukasi bukan mesti cerita tentang kebaikan, tulisan tentang keritikan pun juga menyenangkan, sumringah. Ruil kudu pedas, sesekali perlu menyejukan. Situs ini tumbuh untuk kebaikan. Bukan sebagai lahan pembullian skala massal, apalagi jika membulli nya dengan kagebunshin no jutsu. Beraninya main keroyok, adu gagasan mlempem. Piye, masih takut untuk menulis, Rek?

Penulis : Ali Ahsan/Sosek/2011

 

 

 Kisah Tauladan Sahabat Nabi

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Banyak sekali kisah tauladan pada zaman Rasullah dan sahabat nabi yang bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk menambah keimanan kita semua salah satunya Kisah tauladan sahabat nabi yang bernama zahid ra. Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.
“Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah SAW menyapa.

“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid.
“Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah,” kata Rasulullah SAW.
Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?”
” Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!” kata Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.

“Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia diberikan untukmu saudaraku.”
Said menjawab, “Adalah suatu kehormatan buatku.”
Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?”
Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong.”
Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, “Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini. bukankah lebih disuruh masuk?”

“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata ayahnya.
Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, “Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah..!” dan Zulfah merasa dirinya terhina.

Maka Said berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak.”

Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?”

Akhirnya Said berkata, “Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah.”
Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dikawinkan dengan pemuda ini.

Karena ingat firman Allah dalam Al-Quran surat 24 : 51. Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kami patuh/taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 24:51)”

Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada tara dan segera pamit pulang. Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

“Bagaimana Zahid?”
“Alhamdulillah diterima ya rasul,” jawab Zahid.
“Sudah ada persiapan?”
Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa.”

Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bi Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. Dalam kondisi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.

Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, “Ada apa ini?”
Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, maka apakah engkau tidak mengerti?”.

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan kubelikan kuda yang terbagus.”
Para sahabat menasehatinya, “Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?”
Zahid menjawab dengan tegas, “Itu tidak mungkin!”

Lalu Zahid menyitir ayat sebagai berikut, Jika bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS. 9:24).

Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah. Rasulullah berkata, “Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”

Lalu Rasulullah membacakan Al-Quran surat 3 : 169-170 dan 2:154). Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(QS 3: 169-170).

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (QS. 2:154).

Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfah pun berkata, “Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”

 

LET JUSTICE BE DONE THOUGH THE HEAVENS FALL

Sungguh kata-kata yang indah…
RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Berasal dari ucapan Lucius Calpurnius Piso Caesoninus pada pidatonya di tahun 43 SM , yaitu “Fiat justitia ruat caelum”. Dalam sejarah Ilmu Hukum “Fiat justitia ruat caelum” berarti “Tegakkan Keadilan Meski Langit Runtuh”. Kalimat tersebut sebenarnya punya sejarah kelam. Kalau ingin tahu ceritanya, bisa baca naskah drama Seneca yang berjudul “Piso’s Justice”, pada bagian sub judul “De Ira” (kemarahan). Inti ceritanya Piso dengan kalimat “Tegakkan Keadilan Meski Langit Runtuh” telah secara kejam menghukum mati tiga orang serdadu Romawi yang tidak seharusnya dihukum.
Dalam ilmu hukum, jargon ini pada akhirnya menunjukkan ironi pada hukum, karena akhirnya Hukum tak selalu identik dengan Keadilan. Dalam perkembangannya, ungkapan Piso tersebut dijadikan falsafah bagi para tiran guna melakukan kesewenang-wenangan asalkan ‘hukumnya telah ditetapkan’. Jadi makna ungkapan “Fiat justitia ruat caelum” menurut Piso adalah apapun yang terjadi, suatu keputusan hukum tetap harus dilaksanakan. Tak peduli apakah hukum tersebut benar atau salah, karena yang dinamakan keadilan adalah apa yang telah diputuskan oleh Penguasa melalui persidangan.
 .
Persidangan-persidangan korup dengan pertimbangan materil di atas nurani, membela mereka yang bayar. Persidangan dengan dasar hukum cacat kreasi makhluk sok sempurna. Hingga akhirnya langit runtuh dan Tuhan sendiri lah yang menegakkan hukum dan mendefinisikan keadilan. Justice can’t be done unless the heavens fall.
 .
Keadilan Tuhan identik dengan Surga dan Neraka. Kepercayaan yang tersebar luas mengatakan bahwa yang berlaku baik selama hidupnya akan merasakan kenikmatan di Surga yang ‘tidak pernah terlihat dan terdengarkan oleh siapa pun, bahkan tak pernah terbetik dalam benak siapa pun’. Sementara yang berlaku keji selama hidupnya akan disiksa dengan azab yang pedih. Namun, keadilan macam itu pun dikritisi. Dilihat dari sisi lain, Surga bisa menjadi siksaan apabila sekadar dianggap sebagai pemuasan hasrat dan Neraka menjadi nikmat ketika dimengerti fungsinya sebagai proses pemurnian. Itulah sejatinya makna azab dalam akar kata bahasa Arab. Azab bukanlah siksaan, tapi proses pemurnian kembali. Seperti halnya emas dalam proses pemurnian.
 .
Memang manusia munafik dan tidak pernah puas.
 .
Penulis : Naufal Arif
Referensi: Tejo, Sujiwo dan M.N. Kamba. 2016. Tuhan Maha Asyik.

Sebaiknya Jangan Lakukan 7 Hal Berikut Selama Menjadi Mahasiswa

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Mahasiswa itu tidak pernah merasa cukup untuk belajar! Ada banyak perbedaan yang terlihat saat kita menjadi mahasiswa di sebuah universitas favorit khususnya di Universitas Brawijaya di Malang. Salah satunya ;

Mahasiswa yang tipenya “kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) karena merasa dirinya sudah terbebani dengan tugas perkuliahan dan Mahasiswa tipe “kura-kura” (kuilah rapat-kuliah rapat) karena mahasiswa yang tidak pernah merasa cukup untuk belajar.

Perbedaan tersebut membuat kampus menjadi berwarna, karena ada yang suka menjadi produsen dan juga menjadi penikmat..

Jadi sebaiknya, Jangan Lakukan 7 Hal Berikut Selama Menjadi Mahasiswa :

1. Aktif di organisasi internal kampus

Aktif kegiatan di organisasi intra kampus akan memperluas jaringan pertemananmu, akan ada dimana saat disetiap tikungan lingkungan kampus terdengar suara “Hey” kepada teman-temanmu, dan memberikan manfaat yang banyak. Pengalaman berorganisasi ini berguna untuk memperkaya diri dalam bekerja sebagai TIM dan menjadi bekal mencari prestasi sebanyak-banyaknya.

2. Aktif di organisasi ekstra kampus

Pasti kita semua ingin berprestasi kan? So.. Selain aktif di intra kampus, bergabung dan Aktif di organisasi ekstra kampus akan membuat kita jauh lebih sekedar memperluas jaringan pertemanan melainkan “persaudaraan”. Lebih mengasah kemampuan untuk kreatif dibidangnya. Pengalaman ini berguna untuk melatih jiwa kepemimpinanmu – keahlian yang diperlukan saat kamu mencari kerja nanti. Apabila anda muslim silahkan mencari organisasi ektra kampus yang bernafaskan islam agar tetap dijalan yang di ridho’i Allah SWT.

3. Menjadi asisten dosen

Biaya kuliah tidak selalu murah dan tidak pula selalu mahal, banyak dari dosen yang sangat membutuhkan asisten ketika dosen tersebut mempunyai kegiatan lain selain mengajar. Nah.. ayo deh kita rubah mindset mahasiswa yang kupu-kupu. Mulailah rajin dan tunjukkan bakatmu didunia kampus dengan menjadi insan akademis.

4. Menjadi ketua kelas

Bukanlah hal yang sulit menjadi ketua kelas, yang tugasnya hanya mengkoordinir teman-teman sekelas dan menjalin omunikasi yang baik dengan dosen. Karena disitulah jiwa kepemimpinan kita dibentuk secara emosional. Kita juga akan lebih mengenal dosen lebih dekat daripada mahasiswa pada umumnya. “biasanya sih jaminan minimal nilai B+ dari dosen”

5. Menjadi panitia inti suatu event

Mengkoordinir dan mengkonsep segala hal adalah tugas panitia inti, itulah sebabnya jika anda tidak mau rugi selama menjadi Mahasiswa, disitulah tempat untuk berlatih mengasah kreatifitas. Untuk bekerja sebagai TIM dan menikmati input, process, serta output nya.

6. Perjalanan dadakan keluar kota

Sering tidak, kalian merasa sebuah rencana menjadi wacana?! Telolet om.. hehe, Ya sudah.. lebih baik lakukan saja perjalanan dadakan, habiskan waktumu bersama teman-temanmu untuk refreshing sejenak. Jangan lupa tetap mencari ilmu dan mencicipi kuliner enak yang bertebaran di sepanjang perjalanan. Biasanya perjalanan dadakan yang akan menjadi kenangan tak terlupakan.

7. Buat prediksi 10 tahun ke depa bersama teman-temanmu

Berfikirlah se-‘Liar’ mungkin apa yang ingin kalian capai di 10 Tahun mendatang. Kumpulkan tulisan kalian disebuah blog atau website pribadi. Dan buatlah janji untuk berkumpul pada suatu tempat di tanggal yang sama ketika 10 tahun mendatang. Siap-siaplah berbangga hati jika prediksimu ada yang tepat. Siap-siaplah juga tertawa sedih dan bahagia jika prediksimu itu ternyata meleset.

Itulah 7 hal yang perlu kita perhatikan selama menjadi Mahasiswa. Jangan biarkan masa kuliahmu yang berharga lewat begitu saja, yaa.. semoga sukses!

 

Penulis : Harits Faisal Rahman / FPIK-UB/ PSP / 2014

Referensi : Hipwee.com

Ajaran-ajaran Adiluhung Raden Mas Panji Sosrokartono

Judul Buku                        :Ajaran-ajaran Adiluhung Raden Mas Panji Sosrokartono

Pengarang                        : Mohammad A. Syuropati

Penerbit                             : Syura Media Utama

Tahun Terbit                    : Cetakan I, Januari 2015

ISBN                                    : 978-602-7608-91-7

Jumlah Halaman            : 208

RUMAH ILMU BRAWIJAYA, MALANG – Kenalkah dengan sosok Raden Mas Panji Sosrokartono? tentu tidak banyak yang kenal dengan beliau. Raden Mas Panji Sosrokartono adalah kakak kandung dari Raden Ajeng Kartini dan salah satu pelopor pergerakan kemerdekaan. Lahir pada tahun 1877 dan memiliki keistimewaan, cerdas dan mempunyai kemampuan indigo. Salah satu sarjana pertama di Indonesia yang meneruskan sekolah ke Belanda. Tak hanya itu, beliau mampu menguasai 24 bahasa asing dan 10 bahasa suku nusantara serta salah seorang wartawan.

Keistimewaan yang dimiliki R.M.P. Sostrokartono tidak hanya itu saja, beliau adalah seorang filsut dan ahli metafisika serta pakar spiritual. Setelah lama berkelana, beliau memutusakan kembali ke pulang ke tanah air dan menjadi kepala sekolah di sekolah di Perguruan Tinggi taman siswa. Hingga akhirnya memutusakan untuk memilih menjadi orang yang peduli terhadap nasib sesama ( manusia linuwih) dengan mengabdikan dirinya tanpa mengukur keutamaan manusia dari tahta dan harta  benda.

 

Sugih tanpa bandha

Digdaja tanpa hadji

Ngalurug tanpa bala

Menang tanpa ngasorake”

 

Sepenggal kata-kata mutiara yang tertera di batu nisan makam Drs. R.M.P. Sastrokartono. Sebagai seorang filsuf banyak karya hasil pemikiran serta konsep beliau yang di tuangkan lewat surat, tulisan serta kata-kata mutiara. Konsep pemikiran  “Sugih Tanpa Bandha” dan ilmu “Kanthong bolong” adalah salah satu yang beliau ajarkan dari beberapa konsep pemikiran beliau yang lainnya. Banyak makna serta kebenaran yang tersirat dalam setiap pemikiran yang disampaikan R.P.M. Sostrokartono dan patut diteladi oleh pembaca. Memilih hidup sederhana dan bersahaja serta mengabdikan dirinya untuk kepentingan umat untuk mencapai kemuliaan di depan sang Khalik.

Kelebihan dalam buku ini, sangat menarik untuk dibaca dengan gaya bahasa yang  menarik. Selain itu, isi dari buku ini memadukan ajaran Islam, filsafat hidup,dengan kawruh Jawa  serta terdapat pesan yang tersirat dari hakikat manusia dengan Allah SWT. Kekurangan dalam buku ini, makna dan penggunaan bahasa asing terkandung sulit untuk dipahami. Perlu adanya pengulangan dalam membaca sehingga pembaca mampu memahami makna dan bahasa tersebut.

Buku ini banyak mengajarkan hal-hal yang sederhana tapi bermakna dalam kehidupan manusia. Mulai belajar memaknai hal sederhana dari pikiran, perasaan, perkataan serta perbuatan dan diselaraskan menjadi satu kesatuan. Hal sederhana yang sulit untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari dan Sering kali manusia melupakan hal-hal tersebut. Bukan hanya sekilas membaca ajaran-ajaran Drs. R.M.P. Sastrokartono namun juga memahami dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Apalah artinya banyak harta kalau hati kita miskin. Apalah artinya semua kebutuhan hidup terpenuhi, tapi jiwa kita tersiksa. Sungguh yang dinamakan kaya bukanlah karena harta yang melimpah, tetapi yang dinamakan kaya adalah kaya hati, kaya budi pekerti dan kaya ilmu hakiki. Kaya meski tak berharta adalah sukma terang purnama”

Penulis : Yogita Ayu S.